Sebuah jam tangan mungil buatan Swiss dibuat dengan suku cadang terkecil dan kecanggihan luar biasa. Jam tangan tersebut bekerja dengan akurasi yang membuat pemiliknya sangat senang.
Namun, tetap saja jam tangan tersebut merasa tidak puas karena ruang geraknya terbatas, yaitu hanya di pergelangan tangan seorang wanita. Jam tangan itu iri melihat jam besar yang bertengger dengan angkuh di Balaikota, disebuah tempat yang tinggi.
Suatu hari, sementara jam tangan mungil dan pemiliknya itu sedang melewati Balaikota, jam tangan kecil itu berteriak, "andaikan aku bisa berada di atas sana! aku dapat melayani orang, bukan hanya satu." Pemiliknya melihat kebawah dan berkata, "aku mengenal orang yang memiliki kunci untuk tiba di menara itu. Jam mungil, engkau akan mendapatkan kesempatanmu".
Keesokan harinya, seutas benang tipis diturunkan dari menara tersebut dan jam tangan kecil tersebut dikaitkan kepadanya. Jam tadi diangkat tinggi dan semakin tinggi! Tentu saja,, ketika mencapai puncaknya, jam tangan itu tak terlihat lagi. "Wah... sayang sekali" kata jam tangan itu. "...Tempaku di atas membuatku tak berarti!"
"Jangan pernah berusaha menjadi sama seperti orang lain, tetapi jadilah sebaik-baiknya dirimu sendiri. Melayanilah dengan apapun yang kau miliki, tidak perlu seperti orang lain. Karena setiap orang diberikan kelebihan masing-masing".
Just be your self...
God Bless you...;-)

No comments:
Post a Comment