Suatu hari, sekeledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara Pak Tani memikirkan apa yang harus ia lakukan. Akhirnya ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu juga perlu ditimbun, jadi tidak berguna untuk menolong si keledai.
Ia mengajak beberap tetangga untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menimbun tanah ke dalam sumur. Pada mulanya ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian tapi kemudian ia diam.
Setelah beberapa sekop tanah di tuangkan ke dalam sumur, petani melihat kedalam dan tercengang dengan apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah, si keledai mengguncang-guncangkan badannya agar tanah tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu ia menaiki tanah itu.
Sementara tetangga si Petani terus menuangkan tanah ke atas tubuh keledai itu, ia juga terus menggunacangkan tanah yang menimpanya. Setelah tanah itu makin tinggih mencapai mulut sumur, maka melompatlah keluar si keledai tersebut.
Seekor keledai mengajarkan kepada kita bahwa setiap masalah yang menimpa hidup kita seharunya menjadi batu loncatan bagi kita untuk tarus melangkah naik. Bukan malah tertimbun oleh masalah-masalah yang kita hadapi.
Goncanhkan hal-hal negatif dari hidup kita seperti kesedihan, masalah, beban pikiran dan lain-lain. Melangkahlah naik dan peroleh kemenangan atas hidup ini.
God Bless You... ;-)
'"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi batas kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatan-Mu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
(1 Korintus 10:13).

No comments:
Post a Comment