Wednesday, 18 January 2017

Ilustrasi: "Tukang Cat yang Sempurna"


Di sebuah distrik kumuh, seorang tukang cat sedang membersihkan gambar dinding yang dibuat oleh anak-anak gang. Setiap orang yang lewat heran dan bertanya-tanya mengapa ia mau melakukan semua itu, padahal semua tau tidah lama kemudian dinding yang telah dicatnya itu akan kembali dicoret-coret oleh anak-anak yang kurang kerjaan itu.

"Pak, apakah bapak tidak bosan mengecat ulang tembok itu? bukankah tembok ini akan kotor kembali nantinya?" Tanya seorang Jurnalis. Dengan senyum ia balas bertanya, "apakah anda sudah sarapan?" Meskipun heran dengan pertanyaan itu, jurnalis tetap menjawab, "ya, sudah, memangnya kenapa pak?". Sang tukang cat menjawab, "Seharusnya anda tidak perlu sarapan, toh nanti lapar lagi".


Kita seringkali bosan melakukan pekerjaan yang tampaknya mubazir, tapi Tuhan melihat hati. Asal kita setia dengan tanggung jawab kita, Tuhanlah yang akan melimpahkan kasih-Nya kepada kita.




"Tidak ada pekerjaan yang sia-sia saat kau lakukan dengan kesungguhan hatimu..."




God Bless You...;-)


Ilustrasi: "Pencuri Sungguhan"



Seorang wanita  sedang menunggu di bandara dengan beberapa jam panjang sebelum pesawatnya lepas landas. Ia membeli buku di toko bandara, membeli sekantong kue dan   menemukan sebuah tempat duduk


Iapun tenggelam dalam bukunya tetapi pada akhirnya ia sadar laki-laki disampingnya mengambil satu dua potong kue dari tasnya yang ada diantara mereka. Ia mencoba mengabaikan ketidaksopanan itu. Ia terus membaca, mengunyah kuenya dan melihat jamnya. Ketika "pencuri kue" yang berani itu mulai menghabiskan bekalnya, ia semakin jengkel dalam hatinya. Dengan setiap kue yang ia ambil, laki-laki itu mengambil satu juga. Ketika hanya satu yang tertinggal, ia berfikir apa yang laki-laki itu akan lakukan. Dengan sebuah senyum di wajahnya dan tawa yang gugup, laki-laki itu mengambil kue terakhir dan membaginya menjadi dua bagian.


Dengan jengkel, perempuan itu mengumpulkan barang-barangnya dan menuju gerbang keberangkatan. Ketika ia menjangkau ke dalam tasnya, ia sangat terkejut. Sekantong kue tergeletak didepan matanya. "Jika punyaku di sini, berarti yang tadi aku makan justru kue laki-laki itu". Ia merasa marah dan malu, namun terlambat meminta maaf karena laki-laki itu sudah pergi entah kemana. Jadi malusendiri,  menyalahkan orang lain, tapi ternyata wanita itulah pencuri yang seseungguhnya.









God Bless You...;-)










Ilustrasi: "Pemberian Sejati"



Tingkat pemberian yang paling tinggi adalah kita memberikan diri kita sendiri.

Seekor babi bartanya kepada seekor sapi, "Pi, aku heran, mengapa sih orang lebih senang memujimu dariapada aku? Kamu mendapatkan tempat terhormat, sedangkan aku selalu dijadikan bahan ejekan, jika orang berbicara tentangmu, pastilah hal-hal positif. Belajarlah dari sapi, ia binatang yang amat rajin. Sebaliknya, hai pemalas, kamu seperti babi! Menurutku penilaian orang terhadapmu dan terhadapku tidak adil. Kalau kupikir-pikir, aku lebih banyak memberi darpada kamu. Kamu memberikan susu, sedangkan aku memberikan hampir seluruh tubuhku."


Setelah berfikir sejenak, sapi itu menjawab, "Mungkin karena aku memberikan semuanya ketika aku masih kidup, sedangkan kamu memberikan semua milikmu ketika engkau mati!"




"Pemberian yang sejati adalah ketika kita memberikan segala sesuatu yang terbaik dari hidup kita bagi orang lain."




God Bless You...;-)

Ilustrasi: "Jam Tangan Kecil" - Just be yous Self




Sebuah jam tangan mungil buatan Swiss dibuat dengan suku cadang terkecil dan kecanggihan luar biasa. Jam tangan tersebut bekerja dengan akurasi yang membuat pemiliknya sangat senang.

Namun, tetap saja jam tangan tersebut merasa tidak puas karena ruang geraknya terbatas, yaitu hanya di pergelangan tangan seorang wanita. Jam tangan itu iri melihat jam besar yang bertengger dengan angkuh di Balaikota, disebuah tempat yang tinggi.

Suatu hari, sementara jam tangan mungil dan pemiliknya itu sedang melewati Balaikota, jam tangan kecil itu berteriak, "andaikan aku bisa berada di atas sana! aku dapat melayani orang, bukan hanya satu." Pemiliknya melihat kebawah dan berkata, "aku mengenal orang yang memiliki kunci untuk tiba di menara itu. Jam mungil, engkau akan mendapatkan kesempatanmu".

Keesokan harinya, seutas benang tipis diturunkan dari menara tersebut dan jam tangan kecil tersebut dikaitkan kepadanya. Jam tadi diangkat tinggi dan semakin tinggi! Tentu saja,, ketika mencapai puncaknya, jam tangan itu tak terlihat lagi. "Wah... sayang sekali" kata jam tangan itu. "...Tempaku di atas membuatku tak berarti!"


"Jangan pernah berusaha menjadi sama seperti orang lain, tetapi jadilah sebaik-baiknya dirimu sendiri. Melayanilah dengan apapun yang kau miliki, tidak perlu seperti orang lain. Karena setiap orang diberikan kelebihan masing-masing".
Just be your self... 



God Bless you...;-)

Ilustrasi: " Dewasa Karena Tekanan"




Orang Jepang sangat menyukai makan serba mentah, khususnya ikan mentah yang masih segar. Sayangnya, perairan mereka tidak memberikan persediaan ikan yang cukup, sehingga para nelayan harus berlayar jauh untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak. Para nelayan menghadapi masalah, karena jarak yang jauh membuat ikan tangkapan mereka tidak lagi segar ketika tiba di pantai. Jelas saja para penggemar ikan tidak menyukai ikan yang tidak segar, sehingga para nelayan mengalami kerugian. Tetapi para nelayan ini tidak kehabisan akal, mereka melengkapi kapal mereka dengan lemari pendingin. Ikan-ikan hasil tangkapan mereka langsung dimasukkan ke dalam lemari pendingin dan dibawa pulang. 

Dasar penggemar ikan mentah, para para konsumen dapat membedakan antara ikan segar dan ikan yang sudah beku karena disimpan di dalam kulkas. Ini menyebabkan harga ikan para nelayan menjadi turun dan mereka mengalami kerugian. Para nelayan tidak menyerah begitu saja, mereka menaruh tangki air di dalam kapal dan semua ikan yang ditangkap dimasukkan kedalam tangki. Namun cara ini masih menemui jalan buntu lagi, para penggemar ikan salmon melihat bahwa ikan-ikan yang ditangkap walaupun masih hidup, tapi tetap kehilangan kesegaran fisisknya karena tidak bisa bergerak leluasa seperti di lautan lepas. 

Akhirnya para nelayan melepaskan hiu-hiu kecil di dalam tangki. Meskipun beberapa hiu tersebut memakan beberapa ekor ikan, tetapi dengan kehadiran mereka di dalam tangki, ikan-ikan hasil tangkapan akan panik dan berenang sekuat tenaga menghindari sergapan hiu. Dengan demikian para nelayan tiba di pantai dengan ikan-ikan yang fisiknya masih segar.

Hiu ibarat tekanan-tekanan yang datang dalam hidup kita. Ketahuilah, Tekanan sebenarnya diijinkan Tuhan bukan untuk membuat kita terpojok, tapi untuk membuat kita semakin dewasa. Jadi, dewasalah karena tekanan sama seperti ikan salmon yang semakin segar dengan adanya hiu.



God bless you...;-)

Ilustrasi: "Burung Gereja yang Malang"




Musim kemarau yang panjang telah tiba. Tampak seekor burung gereja begitu kepanasan, sehingga memutuskan untuk terbang ke utara mencari tempat yang dingin. Semakin jauh terbang, semakin burung gereja itu merasa hawa dingin dan sejuk. "Ah aku ingin lebih dingin lagi," pikirnya. Begitu seterusnya, hingga tanpa disadarinya butiran-butiran salju mulai menempel pada sayap dan seluruh tubuhnya. Ia baru menyadari bahwa ia sudah terbungkus salju ketika sayapnya mulai terasa berat untuk digerakkan. Semua sudah terlambat, ia tak mungkin lagi kembali.

Tak lama kemudian, burung gereja itu jatuh ke tanah. Tubuhnya terbungkus salju tebal, ia merintih menahan dingin, tetapi ia tak berdaya melakukan sesuatu. Ia tinggal menunggu ajal menjemputnya. Serekor sapi yang melintas di tempat itu sayup-sayup mendengar rintihan lemah si burung gereja. Ia mencari arah datangnya suara rintihan itu, tetapi ketika melihat bahwa yang datang adalah seekor sapi, burung gereja yang sedang sekarat itu marah-marah dan membentak si sapi serta menyuruhnya pergi. "Apa yang bisa kamu lakukan untukku sapi bodoh?" katanya. Tanpa mempedulikan sikap burung gereja, sapi itu kencing tepat di atas tubuh burung Gereja. Tak ayal lagi si burung gereja berang kepada si sapi. Ia marah dan memaki-maki. Aksi si sapi tak selesai sampai di situ, ia mengeluarkan kotoran di atas tubuh burung gereja. Karena tertimbun kotoran sapi, si burung gereja tidak dapat berbuat apa-apa. 

Tak lama kemudian, ia mulai merasakan kehangatan dan butiran-butiran salju mulai meleleh. Sampai akhirnya ia menarik nafas lega, ia mengepak-ngepakkan sayapnya dan bersiul-siul sangat keras. Mendengar siulan burung, seekor kucing menghampirinya. Burung gereja sangat ketakutan tetapi rasa takutnya hilang ketika si kucing menjulurkan tangannya, mengais-ngais tubuh burung gereja dengan manja, menjilat dan membersihkan sisa-sisa salju yang melekat di tubuhnya. Sungguh girang burung gereja mendapatkan sahabat sebaik kucing dan iapun kembali bersiul-siul. Namun, tanpa diduga-duga dengan sekejap si kucing menyambar burung gereja dan memakan tubuhnya.



Apa yang terlihat baik justrus terkadang malah membahayakan dan membinasakan hidup kita. Bijaklah dalam menentukan pilihan.


God Bless You... ;-)

Ilustrasi: Baik atau "Baik" - Jaga Lidah




Di sebuah kampung ada seorang ibu yang suka menceritakan kejelekan orang lain. Setiap orang yang ditemuinya selalu ditahan dan ia mulai menceritakan hal-hal buruk tentang orang-orang sekampungnya. Penduduk setempat sudah bosan mendengar cerita itu ini sehingga mereka tak mau bergaul dengannya.

Dalam kesendiriannya, karena tidak ada satupun mau berbicara dengan dia, ia bertemu dengan seorang anak kecil. Daripada tidak ada yang diajak bicara, anak kecilpun jadi. Ibu ini memulai dengan menceritakan kejelekan orang-orang mulai dari A sampai Z.

Setelah lama bercerita, Ia bertanya kepada si anak kecil "nak, menurut kamu siapakah orang yang paling baik?"
Dengan cepat anak itu menjawab "Orang yang paling baik menurut saya adalah anda, tu". Terkejut dengan jawaban si anak, ia bertanya lagi "mengapa kamu menjawab begitu?" Jawab si anak "karena semua orang yang ibu ceritakan punya banyak kejelekan, sedangkan ibu sendiri, sejak tadi saya belum pernah mendengar kejelekan anda, Bu".


"Jaga perkataanmu"


God Bless You... ;-)





"Siapa yang mau mencintai hidup dan melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat, dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu...."
(1 Petrus 3:10)

Ilustrasi: "Ubah hati-Mu"





Seorang Raja yang bodoh mengeluh karena jalan yang kasar membuat kakinya sakit. Maka ia memerintahkan agar seluruh negeri diberi alas kaki sapi. Pegawai Istana tertawa ketika raja menyampaikan perintah itu kepadanya:" Yang Mulia, itu adalah gagasan yang gila" serunya. "Mengapa harus mengeluarkan biaya yang sama sekali tidak perlu? potong saja alas kaki kecil kulit sapi untuk melindungi kaki yang Mulia." Itulah yang dikerjakan Raja. Demikianlah lahir gagasan mengenai sepatu.


"Untuk menjadikan dunia menjadi tempat yang membahagiakan, engkau hanya perlu mengubah HATImu, dan bukan sekelilingmu".



God bless You... ;-)

Ilustrasi: "Narsiscus yang Tampan"





Dahulu kala menurut kisah Yunani purba, hiduplah seorang pemuda yang sangat tampan. Ia bernama Narsiscus. Oleh karena ketampanannya ia menjadi demikian termasyur, sehingga banyak gadis-gadis tergila-gila padanya. Pada suatu hari pergilah ia ke sebuah telaga yang sangat jernih airnya. 

Tiba di tepi telaga itu ia bercermin ke dalam air. Ia menjadi sangat terkejut ketika melihat seraut wajah yang sangat molek dipermukaan air. Tentu saja itu adalah wajahnya sendiri. Karena sedemikian terpesonanya memandang wajahnya sendiri di air, tanpa disadarinya ia terjatuh kedalam telaga lalu tenggelam dan mati. Ditempat itu tumbuhlah bunga yang sangat harum yang oleh penduduk dinamakan bunga Narsiscus.


"Kebanggaan terhadap diri sendiri secara berlebihan hanya akan membawa kita kepada kehancuran dan kebinasaan. Kembalikan kemuliaan hanya bagi Sang Pencipta yang layak dibanggakan. Karena apapun yang kita miliki, semua berasal dari Dia".


God Bless You... ;-)

Tuesday, 17 January 2017

Ilustrasi: "Hati Seluas Danau atau Gelas"




Pada suatu kali ada seorang anak muda yang sedang mengalami masalah yang sangat berat datang kepada seorang kakek tua yang bijak. Anak muda bertanya, "kenapa masalahku begitu berat dan sangat sulid bagiku mengatasi masalah ini. Rasanya aku sudah putus asah dalam menangani masalah ini. Adakah solusi yang tepat atas masalahku?".

Kakek tuan itu akhirnya membawa anak muda itu ke sebuah danau, dan di tangannya ia memegang sebuah gelas berisi air dan mengeluarkan segenggam garam dari sakunya lalu memasukkan ke dalam gelas itu, dan segenggam lagi ia buang ke danau tersebut. Kakek tua tersebut   menyuruh anak muda itu untuku meminum air dalam gelas  itu. "Huek... asin sekali" kata anak muda yang meminum air dalam gelas tadi.

Kakek tua itu kemudian berkata "seberat apapun masalah kita semua tergantung bagai mana sikap hati kita. Apabila kita punya hati seluas danau itu, maka masalah sebesar apapun tidak akan memberikan efek apapun bagi hidup kita. Tetapi sebaliknya, jika hati kita seluas gelas itu, masalah sekecil apapun pasti akan terasa menyiksa diri kita.



"Pamenang kehidupan adalah orang  yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis ditempat yang pahit, dan yang tetap optimis di tempat yang tidak mrndukung."

"Hanya ada satu tempat  di dunia ini yang tanpa masalah, yaitu kuburan." 


Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku.
(filipi 4:13)

10 aturan untuk hari yang bahagia



Setiap orang pasti ingin memiliki kehidupan yang bahagia. Tua, muda, miskin pun kaya, selalu mendambakan hidup yang tanpa masalah, penuh kebahagiaan, dan ketenangan. Banyak orang mencari cara untuk memilikinya. Orang yang miskin berfikir bahwa dengan memiliki banyak uang, mereka pasti akan memiliki kebahagiaan. Sementara orang kaya berfikir, apalah arti sebuah kekayaan tanpa adanya damai sejahterah dan rasa aman. Orang muda berfikir kebahagiaan adalah tentang bagaimana bersenang-senang untuk menghabiskan masa muda. Dan orang tua berfikir, kebahagiaan adalah ketika mereka mampu menghabiskan sisa hidup dengan damai dan melihat orang-orang yang mereka kasihi sejahterah.

Setiap orang memiliki definisi yang berbeda mengenai kebahagiaan dan cara untuk meraihnya. Menghabiskan tenanga dan materi untuk memilikinya, tapi kebahagiaan yang diperoleh hanya bertahan beberapa waktu. Bahkan banyak yang mencari kebahagiaan dengan cara-cara yang salah. Sayang sekali, hidup yang singkat ini malah dibuang percuma.
Kebahagiaan sebenarnya bisa kita ciptakan sendiri dengan sederhana. Berikut 10 aturan untuk memperoleh suatu hari yang bahagia:

1. Selalu bersyukur

Bersyukur adalah hal yang paling sulit, tetapi juga paling mudah dilakukan. kebanyakan orang hanya akan bersyukur pada saat memperoleh hal yang baik. Sesungguhnya jika kita bersyukur bahkan saat kita berada dalam situasi yang tidak baik, hal itu akan memberikan kita kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut. Percaya atau tidak, bersyukur akan membuat keadaan kita menjadi lebih baik.

2. Selalu tersenyum


3. Berhati-hati dengan perkataan

“Mulutmu harimaumu”. Jangan sampai hanya karena perkataan kita yang sembarangan malah membawa hidup kita kepada masalah. Seorang yang mampu menjaga perkataannya adalah salah satu ciri seorang yang telah dewasa. So, jadilah seorang yang dewasa dalam perkataan. Agar berdampak positif bagi hidup kita sendiri.


4. Melakukan hal-hal yang baru

Mungkin selama ini kita berada di zona nyaman kita, bersembunyi melakukan hal-hal yang itu-itu saja. Cobalah pergi ke dunia luar, dan lakukan hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.


5. Memaafkan

Tak banyak orang yang tau jika memafkan mampu membuat seseorang lebih tenang dan dama.


6. Melakukan kebaikan secara dian-diam

Orang yang melakukan kebaikan itu biasa, tapi orang yang melakukan kebaikan tanpa ada satupun orang tau itu baru luar biasa. Yuk, jadi salah satu dari orang-orang yang luar biasa.


7. Memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan


8. Memberi semangat kepada orang lain

Sebuah semangat kecil dari kita mampu membuat orang yang awalnya mau bunuh diri jadi berubah tidak ingin bunuh diri. Terkadang orang menyepelehkan hal ini, dianggap sesuatu yang kecil tapi seseungguhnya berdampak besar sekali bagi orang lain.


9. Memelihara tubuh

Memelihara tubuh adalah salah satu cara kita bersukur kepada Tuhan dengan karunia kesehatan yang Dia berikan kepada kita. Jadi, peliharalah tubuh ini, beri makan yang secukupnya, perlakukan dengan baik, menjaganya tetap sehat, dan hindari stres yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita.


10. Change your heart

Hal yang paling penting yang harus rubah adalah hati kita. Mengubah dunia menjadi tempat yang lebih indah dan menyenangkan, tidak perlu merubah sekeliling kita, cukup rubah saja hati kita. Apa gunanya seisi dunia berubah menjadi tempat yang indah dan membahagiakan, tapi hati kita tetap tidak berubah. 



God Bless you.... ;-)



(1 Tesalonika 5:16 - Bersukacitalah senantiasa)

Ilustrasi: "Ternyata Berharga" - Kita Diciptakan Berharga




Seorang anak muda sedang berjalan-jalan di sebuah pantai. Saat berjalan itulah ia menemukan sebuah kantong yang berisi batu-batu bulat. Ia berfikir, mungkin tadi ada anak kecil yang main-main di pantai dan mengumpulkan bebatuan. Iseng, ia pun membawa kantong itu dan melanjutkan jalan-jalan. Sambil jalan, ia mengambil batu itu lalu sekuat tenaga melemparkan batu itu satu-persatu ke laut. tapi saat mengambil satu batu, ia  melihat batu itu berbeda. Permukaan tanah yang menempel pada batu itu mengelupas dan... terlihat di dalamnya ada sesuatu yang mengkilat. Ia pelan-pelan mengelupas tanah di batu itu dan ternyata... Batu itu adalah sebuah permata. ia kelupas batu yang lainnya juga. Ternyata dari 6 batu yang tersisa, semua adalah permata yang jelas berharga sangat mahal. Saat itulah ia teringat, paling tidak tadi sudah sekitar 30-an batu yang ia lemparkan ke laut. Seandainya ia tau kalau batu-batu itu adalah permata, ia pasti akan menjadi sangat kaya.



"Hargai dirimu sendiri, karena kamu tidak tau seberapa berharganya hidup-Mu."


"Kesalahan terbesar kita adalah ketika kita tidak mau menerima diri kita sendiri karena setumpuk kekurang kita. Padahal, kita punya segunung kelebihan..."


"Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia,
dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku
memberikan manusia sebagai gantimu,
dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu."
(Yesaya 43:4)


Ilustrasi: "Belajar dari keledai" - Masalah Menjadi Batu Loncatan Untuk Melangkah Naik






Suatu hari, sekeledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara Pak Tani memikirkan apa yang harus ia lakukan.  Akhirnya ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu juga perlu ditimbun, jadi tidak berguna untuk menolong si keledai.

Ia mengajak beberap tetangga untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menimbun tanah ke dalam sumur. Pada mulanya ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian tapi kemudian ia diam.

Setelah beberapa sekop tanah di tuangkan ke dalam sumur, petani melihat kedalam dan tercengang dengan apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah, si keledai mengguncang-guncangkan badannya agar tanah tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu ia menaiki tanah itu.

Sementara tetangga si Petani terus menuangkan tanah ke atas tubuh keledai itu, ia juga terus menggunacangkan tanah yang menimpanya. Setelah tanah itu makin tinggih mencapai mulut sumur, maka melompatlah keluar si keledai tersebut.

Seekor keledai mengajarkan kepada kita bahwa setiap masalah yang menimpa hidup kita seharunya menjadi batu loncatan bagi kita untuk tarus melangkah naik. Bukan malah tertimbun oleh masalah-masalah yang kita hadapi. 
Goncanhkan hal-hal negatif dari hidup kita seperti kesedihan, masalah, beban pikiran dan lain-lain. Melangkahlah naik dan peroleh kemenangan atas hidup ini.

God Bless You... ;-)





'"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami  ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi batas kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatan-Mu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
(1 Korintus 10:13).